Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Siti Salamah, Mengatasi Sampah Sekaligus Menaikkan Derajat Pemulung

Gambar
  Sampah dan pemulung adalah simbiosis mutualisme. Kehadiran pemulung membantu pengelolaan sampah serta menciptakan lapangan kerja di sektor informal. Bukan itu saja, kerja para pemulung juga bisa mengurangi onggokan sampah. Tanpa pemulung, mungkin masih banyak sampah yang berserakan di jalanan. Pemberdayaan pemulung menjadi salah satu langkah yang efektif dalam melestarikan lingkungan melalui pengelolaan sampah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Itulah yang dilakukan Siti Salamah pada 2015 lalu, memberdayakan pemulung melalui Waste Solution Hub. Ketika itu, Siti ingin memberikan solusi terkait masalah sampah dan juga kondisi sosial di lingkungan sekitar tempat tinggal para pemulung. Siti Salimah berfokus pada kegiatan sosial yang dilaksanakan di lapak pemulung berupa pendirian Taman Magrib Mengaji. Sesuai namanya, kegiatan Taman Magrib Mengaji digelar setiap selesai magrib di lapak pemulung Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan, Banten. Awalnya kegiata...

I Gede Merta Yoga Pratama, Membantu Nelayan Mencari Ikan dengan Fish Go

Gambar
  “Nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudera, Mengejar ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa…” Lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut ciptaan Ibu Sud tentu sudah sangat familiar di telinga kita semua. Bagaimana tidak sejak kecil,, kita sudah diberitahu  bahwa Indonesia adalah negara maritim. Mayoritas pekerjaan saat itu adalah menjadi pelaut. Jika mengacu kepada hasil Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 10 Desember 1982, luas laut Indonesia sebesar 3.257.357 kilometer persegi dan daratan sekitar 1.919.440 km2. Kebayang kan bagaimana luasnya laut kita. Sebagai negara yang dikelilingi lautan, Indonesia punya potensi yang sangat besar di sektor kelautan dan perikanan. Namun, nelayan belum sepenuhnya diberdayakan secara optimal sehingga belum bisa mengelola hasil laut dengan baik. Di era yang sudah serba canggih ini, masih banyak nelayan yang kesulitan untuk menangkap ikan. Tidak jarang, mereka melaut dan pulang dengan tangan kosong, padahal s...

Nurman Farieka Ramdhany, Go Internasional dengan Sepatu Kulit Kaki Ayam

Gambar
  Siapa sih yang tidak suka makan ayam, bisa dipastikan ayam salah satu daging hewan yang paling banyak digemari . Tapi untuk kaki ayam atau ceker tidak semua orang suka, seperti saya misalnya, di rumah hanya istri dan anak saya yang suka bagian dari ayam ini. Kaki ayam memang tidak memiliki daging, hanya terdiri dari kulit, tendon, dan tulang yang kaya sumsum. Kebanyakan orang hanya memakan kulit dan tendonnya saja . Nah d i mata Nurman Farieka Ramdhany, kulit kaki ayam bisa menghasilkan cuan dalam jumlah besar. Bahkan, produk yang dibuat Nurman dari kulit kaki ayam bisa go internasional ke sejumlah negara di dunia. Makanya p emuda asal Bandung, Jawa Barat ini pada 2015 mengembangkan sebuah material hasil riset ayahnya yaitu leather yang terbuat dari kulit kaki ayam. Nurman Farieka Ramdhany (foto: Gopos.id) Cukup lama juga dia melakukan riset, perlu d ua tahun melakukan riset produk dan market, hingga pada 2017 Nurman mendirikan brand sepatu lokal yang diberi nama Hirka. H...

Maman Sulaeman, Belajar Daring Menjadi Lancar Berkat Aplikasi TMFCBT

Gambar
Maman Sulaeman adalah seorang guru IT di   SMK Gondang, Pekalongan, Jawa Tengah. Pada 2016, dia membuat aplikasi TCExam Mobile Friendly Computers Based Test for Minimum Competency Assessment (TMFCBT for AKM). Awalnya, program bernama ini hanya berfungsi untuk ujian berbasis computer. Maman tidak pernah menyangka aplikasinya itu mampu membantu siswa belajar ketika pandemi COVID-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Ketika pemerintah memutuskan proses belajar mengajar dilakukan secara daring di masa pandemi, banyak sekolah yang kelimpungan. Termasuk SMK Gondang. Permasalahannya klasik, sinyal internet yang masih sulit.  Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 78,19 persen menembus 215.626.156 jiwa dari total populasi yang sebesar 275.773.901 jiwa. Apabila dirinci berdasarkan kategori provinsi, penetrasi pengguna internet tertinggi atau di atas 80 persen berada di Banten dengan 89,10 persen dan ...

Abdullah Al-Kudus, Penyelamat Gunung Lemongan dengan Laskar Hijau

Gambar
Debit air di Danau Ranu Klakah mulai berkurang. Padahal danau masih berada di wilayah Gunung Lemongan yang banyak sumber mata air. Air Ranu Klakah yang biasanya melimpah kala itu sudah tidak bisa mengairi saluran irigasi pertanian di sekitarnya. Dari semua 32 mata air yang ada di sekitar Ranu Klakah atau danau tersebut, ketika itu hanya tersisa 6 mata air. Tanda-tanda kerusakan alam mulai terasa setelah maraknya penjarahan hutan tahun 1998-2002. Abdullah  Al-Kudus tidak mau berpangku tangan menyaksikan Gunung Lemongan kritis. A’ak mengumpulkan puluhan anak muda, mengajak mereka menanam pohon, dan merawat lingkungan. Ia membentuk organisasi Laskar Hijau. Organisasi nirlaba itu memiliki agenda utama menghijaukan Gunung Lemongan setidaknya setiap hari Minggu. "Ranu Klakah perannya sangat vital untuk pertanian warga di Kecamatan Klakah. Kalau sampai ranu tersebut mengering, tak ada lagi airnya, lalu dari mana warga Klakah akan bergantung hidup? Bukan itu saja, kelestarian Gunung L...