Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Negara yang Murah Hati

Gambar
Sabtu malam, tetiba saya ingin “nyemil” pizza. Langsung buka ponsel dan pesan online. Kurang dari satu menit, pesanan diterima oleh resto pizza yang tidak terlalu jauh dari apartemen berikut driver yang akan mengambil dan mengantar. Ketika muncul nama driver di aplikasi, ada kalimat tambahan Mitra Tuna Rungu. Langsung terlintas di pikiran, satu loyang buat si Abang ojol dan sisanya buat saya dan keluarga. Biasanya saya langsung menelpon, tapi kali ini saya memutuskan untuk chat. ”Mas, satu loyang buat makan malam Mas, sisanya buat saya dan keluarga yah. Terima kasih.” Tidak berapa lama, chat saya dibalas,” Terima kasih Mas.” Kurang lebih 30 menit, pesanan datang dan saya mengucapkan terima kasih kepada abang ojol sambil memberikan tip. Saya lebih senang memberikan tip secara tunai daripada melalui aplikasi, entah kenapa. Seperti biasa, saya memberikan bintang lima untung abang ojol yang sudah mewujudkan keinginan saya untuk “nyemil.” Setelah itu, saya melha...

Rekor

Gambar
Apa yang menarik dari sebuah pertandingan sepak bola? Kalau saya, element of surprise. Selalu ada kejutan dalam setiap pertandingan. Bisa hasil akhir, pemain yang mencetak gol dan masih banyak lagi. Selain itu apalagi? Rekor… Yup, saya termasuk yang paling senang dengan rekor yang bisa diciptakan dalam sebuah pertandingan. Kadang, takjub dengan komentator sepak bola liga di Eropa yang langsung  tahu  rekor apa yang tercipta tidak lama setelah pemain itu mencetak gol atau seorang kiper menyelamatkan tendangan penalti.  Jumat (10/7) dinihari, Manchester United (klub favorit saya) bertandang ke stadion Villa Park, melawan tuan rumah Aston Villa. Villa Park adalah salah satu stadion yang punya sejarah khusus bagi Manchester United. Pada 1999, di stadion inilah Ryan Giggs mencetak salah satu gol terindah di sepanjang sejarah Piala FA. Menghadapi Arsenal, Manchester United nyaris tersingkir. Bermain dengan 10 orang setelah Roy Keane diganjar kartu merah, Manche...

Mencegah Bunuh Diri Lewat Lagu

Gambar
Don’t Close Your Eyes (Story behind the song) Sukses diraih lewat kerja keras. Kadang dalam waktu singkat, tak jarang perlu waktu lama. Grup musik dengan aliran glam metal dari Maryland Amerika Serikat, KIX baru merasakan sukses setelah melalui perjalanan lebih dari satu dekade. Didirikan pada 1977, KIX merilis tujuh album sebelum namanya dikenal oleh pecinta musik di seluruh dunia. Berawal dari album Blow My Fuse yang beredar pada 1988. Single pertama dari album itu adalah sebuah lagi balada rock dengan judul “Don’t Close Your Eyes”. Lagu ini seolah memamerkan kemampuan sang vokalis Steve Whiteman dalam mencapai nada tinggi. Don’t Close Your Eyes, pelan tapi pasti, mulai sering diputar di radio dan juga MTV. Untuk kali pertama, KIX mempunyai lagu yang bisa masuk Billboard Hot 100. Don’t Close Your Eyes sukses bertenger di posisi ke-11 pada pertengahan 1989. Ini menjadi satu-satunya lagu KIX yang mampu menembus tangga lagu di Amerika Serikat. Tak heran apabila grup ini...