Negara yang Murah Hati
Sabtu malam, tetiba saya ingin “nyemil” pizza. Langsung buka ponsel dan pesan online. Kurang dari satu menit, pesanan diterima oleh resto pizza yang tidak terlalu jauh dari apartemen berikut driver yang akan mengambil dan mengantar.
Ketika muncul nama driver di aplikasi, ada kalimat tambahan Mitra Tuna Rungu. Langsung terlintas di pikiran, satu loyang buat si Abang ojol dan sisanya buat saya dan keluarga.
Biasanya saya langsung menelpon, tapi kali ini saya memutuskan untuk chat.
”Mas, satu loyang buat makan malam Mas, sisanya buat saya dan keluarga yah. Terima kasih.”
Tidak berapa lama, chat saya dibalas,” Terima kasih Mas.”
Kurang lebih 30 menit, pesanan datang dan saya mengucapkan terima kasih kepada abang ojol sambil memberikan tip. Saya lebih senang memberikan tip secara tunai daripada melalui aplikasi, entah kenapa.
Seperti biasa, saya memberikan bintang lima untung abang ojol yang sudah mewujudkan keinginan saya untuk “nyemil.”
Setelah itu, saya melhat ada beberapa pesan di kotak masuk aplikasi online tersebut. Salah satunya dengan judul “Transaksimu bantu banyak orang loh”.
Saya buka pesan itu dan kalimatnya seperti ini:
Doddy, sadar gak? Setiap transaksimu membantu mintra G**b untuk #TerusUsaha. Lihat yuk.
Saya scroll ke atas lalu ada rincian jumlah transaksi saya sejak Januari-April dengan tambahan kalimat, bantu mitra G**b dapatkan penghasilan. Mereka adalah…….. (nama ojol yang mengambil pesanan saya atau mengantar saya ke lokasi tujuan).
Yang paling membuat saya trenyuh adalah kalimat ini: Berkat masyarakat Indonesia yang baik hati, mitra pengantaran kami secara kolektif mendapatkan tip sebanyak Rp53,8 miliar.
Wow……
Saya langsung teringat dengan artikel beberapa tahun lalu yang menyebut bahwa Indonesia adalah negara paling murah hati di dunia. Saya googling dan membaca kembali artikel itu.
Hasil survei dalam Charities Aid Foundation: World Giving Index 2018 menunjukkan bahwa Indonesia memegang predikat pertama dari 146 negara sebagai negara paling murah hati. Peringkat pada 2018 merupakan kali pertama bagi Indonesia berada di puncak tertinggi dalam rating negara murah hati. Sebelumnya pada 2017, Indonesia berada di posisi kedua.
Survei yang dilakukan selama lima tahun sejak 2013 hingga 2017 ini menganalisa tiga aspek. Yaitu inisiatif membantu orang yang tidak dikenal, mendonasikan uang untuk kegiatan amal, dan yang terakhir adalah menjadi sukarelawan.
Dari ketiga aspek tersebut ditemukan bahwa 78 persen orang Indonesia senang mendonasikan hartanya pada orang lain. Selain itu sebanyak 53 persen penduduk Indonesia suka melakukan kegiatan volunteer atau menjadi relawan.
Menurut survei itu, masyarakat Indonesia senang berdonasi dan juga menjadi relawan. Karena itu, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling murah hati. Sepertinya hasil survei itu memang tepat.
Ketika pandemi Covid-19 melanda negeri ini, banyak individu dan juga kelompok masyarakat yang melakukan inisiatif gerakan untuk menolong warga yang terdampak. Mulai dari menyumbangkan uang, membelikan alat pelindung diri untuk tenaga medis, menyiapkan dapur umum dan masih banyak lagi.
A simple act of kindness has the power to change a life
Menolong itu tidak harus menyumbang uang dalam jumlah besar. Buat yang sering pesan makanan secara online, memberikan bintang lima itu sudah termasuk “a simple act of kindness.”
Kalau pesan makanan dan kebetulan ada promo buy 2 get 1 free, memberikan “makanan gratis dari resto” kepada abang ojol juga termasuk “a simple act of kindness” seperti yang saya lakukan kemarin malam.
Melihat jumlah tip yang diberikan kepada ojol yang jumlahnya lebih dari Rp50 miliar merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia memang murah hati. Dan, saya beruntung tinggal di negara yang murah hati.


Komentar
Posting Komentar