Kembali Lagi
Bandung, kota ini punya tempat tersendiri di hati saya. Juli 1993 memulai perjalanan sebagai anak kos saat kuliah di Universitas Parahyangan. Pengalaman pertama jauh dari orangtua.
Sempat khawatir, karena sudah biasa makan tinggal ke dapur, sekarang harus jalan ke warung terdekat. Kalau uang habis tinggal minta sekarang harus bisa ngatur duit.
Kekhawatiran berubah jadi kegembiraan. Ternyata jadi anak. Kos itu menyenangkan. Punya teman baru apalagi. Dampaknya, betah timggal di Bandung. Jarang balik ke Jakarta kecuali Lebaran atau kehabisan uang.
Saking betahnya tinggal di Bandung, ketika sidang skripsi beres pada Desember 1997, tapi telat untuk wisuda di bulan yang sama, memutuskan tetap kos sampai wisuda pada Mei 1998.
Ingin kerja di Bandung tapi gak mungkin karena nyokap sendirian di rumah dengan dua adik saya. Jadi, Bandung terpaksa ditinggalkan.
Ketika menikah dan punya anak, liburan favorit tentunya Bandung. Kadang dari dua hari bisa extend sampai tiga hari, karena ternyata anak dan istri juga suka dengan Bandung.
Siang ini, check in di salah satu hotel bintang lima dekat stasiun KA. Setelah memberi tahu nama, resepsionis langsung memberikan form untuk diisi.
Lalu, sang resepsionis bertanya" Mas masih ingat nomor membership di hotel ini?
"Wah, lupa mas," jawab saya
"Sepertimya mas belum lama nginap di hotel ini yah. Waktu itu kalau gak salah saya juga yang memberikan kunci kamar," ujarnya.
"Iya mas, udah lama, kayaknya 1-2 tahun lalu deh" ujar saya.
"Saya cek yah mas, (lalu sibuk ngetik di layar komputer), nomor mas yg belakangnya 195 kan?" Tanya mas resepsionis.
"Benar mas," jawab saya
"Ruangan masih sama kan mas, no smoking," tanya dia
"Iya mas, saya tidak tertarik buat ngerokok," ujar saya lagi
Si mas tertawa dan memberikan kunci kamar sambil mengucapkan selamat datang lagi di hotel ini.
Keramahan seperti ini yang bikin selalu ingin kembali ke Bandung.

Komentar
Posting Komentar