I Gede Merta Yoga Pratama, Membantu Nelayan Mencari Ikan dengan Fish Go
“Nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudera, Mengejar ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa…”
Lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut ciptaan Ibu Sud tentu sudah sangat
familiar di telinga kita semua. Bagaimana tidak sejak kecil,, kita sudah diberitahu bahwa Indonesia adalah negara maritim. Mayoritas
pekerjaan saat itu adalah menjadi pelaut.
Jika mengacu kepada hasil Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 10
Desember 1982, luas laut Indonesia sebesar 3.257.357 kilometer persegi dan
daratan sekitar 1.919.440 km2. Kebayang kan bagaimana luasnya laut kita.
Sebagai negara yang dikelilingi lautan, Indonesia punya potensi yang sangat
besar di sektor kelautan dan perikanan. Namun, nelayan belum sepenuhnya
diberdayakan secara optimal sehingga belum bisa mengelola hasil laut dengan
baik.
Di era yang sudah serba canggih ini, masih banyak nelayan yang kesulitan
untuk menangkap ikan. Tidak jarang, mereka melaut dan pulang dengan tangan
kosong, padahal sudah berhari-hari mereka di laut.
Hal inilah yang menjadi perhatian I Gede Merta Yoga Pratama. Pemuda asal Bali itu melihat langsung bagaimana nelayan kesulitan untuk bisa mendapatkan ikan.

I Gede Merta Yoga Pratama (foto:Kompas.com)
Aplikasi pelacak posisi ikan
|
Impiannya sederhana dia pingin sebelum melaut para nelayan ini sudah tahu
nih posisi lautan yang banyak ikannya. Yoga
Pratama memutuskan untuk membuat aplikasi yang bisa memudahkan nelayan untuk
bisa mengetahui posisi ikan sebelum pergi melaut. Sayangnya meski sebagian besar nelayan sudah memiliki telepon pintar
(smartphone), tapi sebagian besar hanya menggunakan alat itu untuk mengirim
pesan Whatsapp, untuk menelepon atau sesekali untuk bermain gim. Ketika itu, permainan gim online Pokemon Go Tengah digemari banyak orang. Di
permainan ini, pemain harus berjalan dan mencari sendiri pokemon virtual
tersebut. Yoga Pratama memodifikasi permainan tersebut dan mengubahnya menjadi
Fish Go. Fish Go adalah sebuah aplikasi pelacak posisi ikan berbasis navigasi yang
diadakan untuk membantu nelayan di sekitar tempat tinggalnya di Bali. Saat membuat Fish Go, Yoga Pratama dibantu 9 orang rekannya. Mereka
berharap aplikasi yang sedang dibuat dapat meningkatkan taraf hidup nelayan
dengan cara memetakan pergerakan ikan dan memrediksi cuaca dengan tepat sasaran.
Tujuannya agar nelayan dapat melaut dengan aman serta bahan bakar kapal yang
digunakan terbuang lebih sedikit. Keputusan Yoga Pratama membuat sebuah aplikasi bernama Fish Go tidak
dilakukan begitu saja tanpa adanya riset. Pada awal sepak terjangnya, Yoga
membuat sebuah situs. Di situ berisi informasi geografis dan pengolahan data
berupa koordinat area. Namun, karena keterbatasan, Yoga akhirnya memutuskan membangun Fish Go
menjadi sebuah aplikasi dalam genggaman. Apalagi Yoga Pratama juga beruntung
sempat mengikuti pertukaran pelajar ke Jepang. Di sana, Yoga melihat penggunaan
teknologi, khususnya penangkapan ikan bagi nelayan, yang sangat berkembang. Aplikasi Fish Go akhirnya diluncurkan pada 2017. Langsung dong menaik minat dari segala
penjuru, karena pada 2017—2019, Fish Go
mendapatkan banyak dana dari berbagai pihak, seperti Telkomsel, Pemerintah
Provinsi Bali, BNI, hingga Pemerintah Pusat. Yoga pun semakin gencar mengajak nelayan menggunakan
produk dan turunannya demi mendapatkan tangkapan ikan yang melimpah. Tapi,
bukan hal yang mudah bagi Yoga dan rekan-rekannya untuk membujuk nelayan untuk
menggunakan Fish Go. Yoga bahkan rela
nongkrong dan merokok bareng demi bisa mengobrol dengan nelayan. Pelan tapi pasti, sejumlah nelayan bersedia memakai aplikasi Fish Go. Tidak sia-sia pada Juni 2019 Fish Go mendapatkan pengguna pertamanya. Setahun setelah itu, Fish Go sudah mengumpulkan 326 akun nelayan. Butuh 2 tahun untuk meyakinkan para nelayan untuk menggunakan aplikasi pelacak ikan ini. Keuntungan menggunakan aplikasi Fish Go Selain dari segi lokasi, waktu menangkap ikan para nelayan
pun menjadi tak selama dahulu setelah menggunakan Fish Go. Jika dahulu bisa
menghabiskan waktu sampai 28 jam mencari ikan tanpa ada kejelasan, kini Fish Go
bisa memangkasnya menjadi 6 jam per perjalanan melaut. Bahan bakar pun jadi
hemat 30 persen. Fish Go dengan cermat memberikan informasi titik koordinat
keberadaan ikan. Aplikasi Fish Go menggunakan sistem yang sama dengan Pokemon
GO. Bedanya, Fish Go menggunakan citra remote sensing untuk menentukan habitat ikan
yang potensial untuk ditangkap. Karena keberhasilannya membantu para nelayan di Bali, pada
2020, Fish Go menjadi salah satu penerima apresiasi SATU Indonesia Awards untuk
kategori teknologi dari Astra Indonesia. Yoga berharap, aplikasi Fish Go bisa
digunakan oleh lebih banyak nelayan di seluruh Indonesia. Dengan demikian,
kesejahteraan nelayan bisa terus meningkat.
|


Komentar
Posting Komentar