Siti Salamah, Mengatasi Sampah Sekaligus Menaikkan Derajat Pemulung

 Sampah dan pemulung adalah simbiosis mutualisme. Kehadiran pemulung membantu pengelolaan sampah serta menciptakan lapangan kerja di sektor informal. Bukan itu saja, kerja para pemulung juga bisa mengurangi onggokan sampah. Tanpa pemulung, mungkin masih banyak sampah yang berserakan di jalanan.

Pemberdayaan pemulung menjadi salah satu langkah yang efektif dalam melestarikan lingkungan melalui pengelolaan sampah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.

Itulah yang dilakukan Siti Salamah pada 2015 lalu, memberdayakan pemulung melalui Waste Solution Hub. Ketika itu, Siti ingin memberikan solusi terkait masalah sampah dan juga kondisi sosial di lingkungan sekitar tempat tinggal para pemulung.

Siti Salimah berfokus pada kegiatan sosial yang dilaksanakan di lapak pemulung berupa pendirian Taman Magrib Mengaji. Sesuai namanya, kegiatan Taman Magrib Mengaji digelar setiap selesai magrib di lapak pemulung Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan, Banten.

Awalnya kegiatan sosial ini ditujukan bagi anak-anak pemulung dengan harapan mereka bisa mendapatkan pendidikan non-formal serta pembentukan karakter yang baik.

Siti punya pandangan, pemulung harus diberdayakan untuk mengubah stigma negatif dan menaikkan taraf hidup mereka yang terpinggirkan dan termarjinalkan. Taman Magrib mengaji kemudian  berganti nama menjadi Rumah Pohon.

Siti Salamah (foto: Media Indonesia)

Pada 2018, Siti bersama  sejumlah sahabatanya mendirikan Waste Solution Hub, penyedia solusi pengolahan sampah terintegrasi. Waste Solution Hub atau WasteHub memberdayakan kaum marjinal terutama pemulung dalam program layanannya dan hadir memberi kesempatan kepada para pemulung untuk mendapatkan binaan dan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik.

Aktivitas Waste Solution Hub dibagi menjadi beberapa program: Pengelolaan Sampah Event dan cluster perumahan dilakukan dengan proses end-to-end untuk menambah nilai berkelanjutan. Lalu Pelatihan Intensif Pemulung dilakukan untuk memberikan peluang tambahan dan keterampilan. Selain itu ada Program Konsultan Keberlanjutan untuk menghilangkan risiko dan tetap berkelanjutan, untuk proyek #lesswaste atau bahkan #zerowaste.

Salah satu program yang dilaksanakan oleh Waste Hub adalah pemberdayaan para pemulung. Lewat program tersebut, para pemulung diberikan pemahaman mengenai pemilihan sampah. Lewat program tersebut, pendapatan yang diperoleh para pemulung lebih baik dari sebelumnya.

Siti Salamah (foto: Radio Idola Semarang)

Menurut Siti, pemulung yang sebelumnya hanya mengumpul lalu menimbang, dengan pemberdayaan seperti itu mereka sudah bisa memilah sampah-sampah sesuai dengan jenisnya.

Siti menjelaskan, model kelola WasteHub memotong proses yang bisa dipersingkat. Selama ini sampah dari rumah diambil pemulung untuk diberikan ke lapak kemudian dijual ke tempat besar melewati empat hingga lima pengepul kakap.

Harga sampah plastik yang biasanya sekitar Rp 2 ribu per kilogram sedangkan di industri besar bisa sampai Rp 5 ribu per kilogram sehingga dengan proses yang dipersingkat, margin sebesar 2 kali lipat tersebut bisa langsung masuk ke kantong para pemulung.

Dari proses pemilihan pemberdayaan para pemulung berlanjut dengan memberikan pelatihan dan ketrampilan mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomis.

Para pemulung sudah bisa membuat olahana sampah menjadi lebih bernilai seperti anting dan kuncup bunga. Bukan itu saja, Siti juga kerap mengajak sejumlah pemulung untuk hadir di berbagai macam kegiatan dan mendapatkan bayaran.

Di samping kalangan pemulung, pemberdayaan mengenai pengelolaan sampah juga turut dilakukan Siti Salamah bersama Waste Solution Hub kepada para ibu-ibu rumah tangga.

Hingga kini Waste Solution Hub telah mengedukasi lebih dari 23 ribu pengunjung. Jumlah sampah yang dikelola saat ini lebih dari 4.300 kilogram, dan juga telah memberdayakan pemulung lebih dari 1.200 orang di wilayah Tangeran Selatan,.

Waste Solution Hub punya target memiliki 10.000 mitra pemulung, meningkatkan pendapatan pemulung sebanyak 100 persen, mengelola 1.000 ton sampah per hari, menghasilkan lebih dari 1.000 produk daur ulang dan mengembangkan lebih dari 10 area pusat daur ulang dan pembelajaran di seluruh Indonesia.

Inovasi Siti Salamah dalam memberdayakan pemulung beserta anak-anak pemulung membuat dirinya diganjar penghargaan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia. Siti Salamah menjadi penerima Apresiasi SATU Awards 2021. Lewat Waste Solution Hub, Siti membantu mengatasi masalah sampah sekaligus menaikkan derajat kehidupan para pemulung.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Lagi

Aishah

Susu Segar Hometown Dairy Bikin Zuppa Soup Semakin Enak