Nurman Farieka Ramdhany, Go Internasional dengan Sepatu Kulit Kaki Ayam

 Siapa sih yang tidak suka makan ayam, bisa dipastikan ayam salah satu daging hewan yang paling banyak digemari. Tapi untuk kaki ayam atau ceker tidak semua orang suka, seperti saya misalnya, di rumah hanya istri dan anak saya yang suka bagian dari ayam ini.

Kaki ayam memang tidak memiliki daging, hanya terdiri dari kulit, tendon, dan tulang yang kaya sumsum. Kebanyakan orang hanya memakan kulit dan tendonnya saja .

Nah di mata Nurman Farieka Ramdhany, kulit kaki ayam bisa menghasilkan cuan dalam jumlah besar. Bahkan, produk yang dibuat Nurman dari kulit kaki ayam bisa go internasional ke sejumlah negara di dunia.

Makanya pemuda asal Bandung, Jawa Barat ini pada 2015 mengembangkan sebuah material hasil riset ayahnya yaitu leather yang terbuat dari kulit kaki ayam.

Nurman Farieka Ramdhany (foto: Gopos.id)

Cukup lama juga dia melakukan riset, perlu dua tahun melakukan riset produk dan market, hingga pada 2017 Nurman mendirikan brand sepatu lokal yang diberi nama Hirka. Hirka diambil dari bahasa Turki yang artinya dicintai.

Menurut Nurman, Hirka merupakan produsen sepatu pertama di dunia yang menggunakan kulit ayam sebagai bahan pembuatannya. Bahkan Ia kini sudah bisa memproduksi berbagai jenis sepatu, mulai dari sepatu pantofel, sneaker hingga custom.

Sepatu dari bahan kulit ayam

Apa sebenarnya alasan Nurman membuat sepatu dari kulit kaki ayam? Sebenarnya sederhana, ia ingin melakukan sebuah inovasi dalam pembuatan sepatu. Sudah biasa kan kalau membuat sepatu atau tas memakai kulit sapi atau domba, makanya Nurman memilih kulit kaki ayam.

Alasan lainnya, kulit ceker ayam itu teksturnya mirip dengan kulit ular. Apalagi kulit kaki ayam mudah didapat di Indonesia karena dianggap limbah.

Nurman Farieka Ramdhany (foto: TribunJabar)

Kulit kaki ayam bisa didapat dari restoran cepat saji yang menggunakan ayam, karena jarang kan menggunakan cekar ayam. Lalu, rumah potong hewan, pasar tradisional, hingga tukang sayur rumahan.

Proses produksi dimulai dengan memisahkan kulit dan tulang untuk mendapatkan materi mentah. Setelah itu, kulit ceker ayam disusun sesuai pola. Proses selanjutnya, diolah dan mengalami proses assembling. Kata Nurman, sepasang sepatu bisa menghabiskan satu hingga dua kilo kaki ayam.

Nurman mulai memroduksi sepatu dan memamerkan sepatu dari kulit kaki ayam itu padda pameran INACRAFT 2017. Respon pasar memang belum terlalu bagus. Tiap bulan jumlah sepatu yang terjual hanya 40 pasang.

Dia tidak kehilangan akal. Sepatu produksi Hirka itu mulai ditawarkan ke pasar di luar Indonesia. Salah satunya adalah Singapura. Ternyata, respon pasar di Singapura cukup baik. Nurman mulai ekspansi pasar, tidak hanya Singapura tapi juga sejumlah negara Asia lain termasuk pasar di Eropa.

Nurman Farieka Ramdhany (foto:Kompas.id)

Sepatu dari kulit kaki ayam ini disukai lantaran memiliki tekstur yang mirip seperti kulit reptil sehingga memberikan detail sepatu yang cukup unik. Inilah yang membuat produk Hirka lebih banyak disukai konsumen luar negeri dan banyak diekspor ke Jepang, Singapura, Hong Kong, Malaysia, Turki, Prancis, Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat.

Sepatu produksi Hirka ini masih terjangkau karena dibandrol antara Rp490 ribu hingga Rp2,5 juta untuk pasar lokal dan pasar internasional antara Rp1 juta hingga Rp10 juta.

Saat ini, Hirka Shoes mampu menjual 200 pasang per bulan dengan pasar seluruh Indonesia, hingga ke beberapa negara seperti Inggris, Jepang, Singapura dan Turki. Omzetnya berkisar antara Rp100 juta hingga Rp300 juta per bulan.

Inovasi yang dilakukan Nurman layak diacungi jempol karena menjadi alternatif selain mengurangi limbah, juga melindungi populasi rusa, buaya yang kian terancam. Sepatu dari kulit rusa dan buaya memang selama ini menjadi yang paling laris dibeli konsumen yang biasanya harganya lebih mahal.

Selain kreatif, Hirka dengan sepatu dari kulit kaki ayam ini secara tak langsung ikut memberdayakan pengrajin sepatu memanfaatkan peluang dan pengalihan penggunaan kulit reptil untuk memproduksi sepatu.

Berkat ide Nurman  membuat sepatu dari kulit kaki ayam, terjadi kenaikan perekonomian pengepul ceker ayam di pasar dan pengurangan limbah kaki ayam. Limbah yang selama ini tidak pernah dilirik untuk dimanfaatkan jadi sesuatu, malah jadi pemasukan untuk mereka.

Sepatu dari kulit kaki ayam ini juga mampu membuka lapangan kerja. Inovasi Nurman itu membuat dirinya meraih SATU Indonesia Award pada 2019 lalu. Nurman berharap sepatu Hirka bisa diterima lebih luas lagi di pasar Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Lagi

Aishah

Susu Segar Hometown Dairy Bikin Zuppa Soup Semakin Enak