Abdullah Al-Kudus, Penyelamat Gunung Lemongan dengan Laskar Hijau

Debit air di Danau Ranu Klakah mulai berkurang. Padahal danau masih berada di wilayah Gunung Lemongan yang banyak sumber mata air. Air Ranu Klakah yang biasanya melimpah kala itu sudah tidak bisa mengairi saluran irigasi pertanian di sekitarnya. Dari semua 32 mata air yang ada di sekitar Ranu Klakah atau danau tersebut, ketika itu hanya tersisa 6 mata air. Tanda-tanda kerusakan alam mulai terasa setelah maraknya penjarahan hutan tahun 1998-2002.

Abdullah  Al-Kudus tidak mau berpangku tangan menyaksikan Gunung Lemongan kritis. A’ak mengumpulkan puluhan anak muda, mengajak mereka menanam pohon, dan merawat lingkungan. Ia membentuk organisasi Laskar Hijau. Organisasi nirlaba itu memiliki agenda utama menghijaukan Gunung Lemongan setidaknya setiap hari Minggu.

"Ranu Klakah perannya sangat vital untuk pertanian warga di Kecamatan Klakah. Kalau sampai ranu tersebut mengering, tak ada lagi airnya, lalu dari mana warga Klakah akan bergantung hidup? Bukan itu saja, kelestarian Gunung Lemongan menjamin kelangsungan hidup 12 ranu yang ada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Probolinggo,” jelas A’ak.

Abdullah Al-Kudus (foto  Mongabay)

Jenis pohon yang dipilih A'ak untuk penghijauan umumnya adalah pohon bambu dan tanaman buah. Pohon bambu dipercaya mampu menyumbang oksigen sebanyak 82 persen sehingga dapat menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik. Sementara tanaman buah diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi lebih bagi warga setempat.

Sukarelawan Laskar Hijau mendapatkan bibit pohon yang akan ditanam di wilayah Ranu Klakah dan Gunung Lemongan dengan cara memulung biji buah-buahan di banyak tempat, seperti pasar atau warung. Biji buah-buahan yang berhasil dikumpulkan tersebut kemudian disemaikan.

Menurut dia, selain melakukan penghijauan, para relawan juga memulung sampah plastik untuk didaur ulang menjadi polybag atau kantong plastik. Mereka juga memulung biji-bijan untuk disemai. A’ak mengatakan semua kegiatan organisasi ini dilakukan dengan swadaya atas dasar keikhlasan dari para relawan.

Sukarelawan Laskar Hijau umumnya adalah petani yang tinggal di sekitar Gunung Lemongan, seperti warga Desa Salak di Kecamatan Randuagung, Desa Sumberwringin di Kecamatan Klakah, Desa Sumber Petung di Kecamatan Ranuyoso, dan Desa Klakah di Kecamatan Klakah.

Mereka adalah orang-orang yang secara sadar tergerak untuk mengikuti gerakan menanam pohon yang dipelopori A'ak. Jumlah sukarelawan Laskar Hijau sekarang 20-25 orang. Mereka dengan sukarela mengeluarkan ongkos dari kantong pribadi untuk membiayai setiap kegiatan penanaman pohon di kawasan Ranu Klakah dan Gunung Lemongan.

Sedikitnya 400 hektare hutan di Gunung Lemongan sudah hijau. Ranu Klakah, danau terpenting di kawasan itu, kembali 15 dipadati air. Meski baru sebagian kecil dari areal lahan kritis yang bisa ditanami, hasil upaya mereka selama ini telah dirasakan warga setempat. Debit air Ranu Klakah mulai membaik. Meski dari semula 32 mata air dan kini yang tersisa hanya 6 mata air, debit air yang keluar sudah membesar.

Abdullah Al-Kudus (Foto JTV)
Menurut A'ak, ancaman gundulnya hutan di Gunung Lemongan kini bukan dari aktivitas penjarahan hutan, melainkan akibat kebakaran. Hampir setiap tahun ada saja areal hutan di Gunung Lemongan yang terbakar. Tahun lalu, 100 hektar hutan di kawasan itu terbakar.

 "Biasanya penyebab kebakaran itu adalah kelalaian manusia. Warga di bawah gunung membakar lahan untuk pertanian. Mereka tidak sadar kalau api bisa merembet ke atas hingga ke Gunung Lemongan," ujar A’ak.

Tak cuma di daerah Gunung Lemongan, Laskar Hijau melakukan pula konservasi di daerah lain. Menurut A’ak, turut sertanya organisasi ini dalam menangani penghijauan di daerah lain karena ada permintaan.

“Kami tidak bisa menolak permintaan dari berbagai daerah seperti Banyuwangi, Probolinggo, Malang dan Sumenep untuk menjadi bagian dari laskar untuk daerah mereka,” jelas dia.

Menurut dia, selain melakukan penghijauan, para relawan juga memulung sampah plastik untuk didaur ulang menjadi polybag atau kantong plastik. Inisiasi A’ak menyelamatkan Gunung Lemongan bersama Laskar Hijau membuat dirinya meraih penghargaan SATU Indonesia Award.

Abdullah Al-Kudus (Foto: Tribun Jatim)
Langkah kecil yang dilakukan A’ak ternyata mampu memberikan manfaat yang sangat besar bagi warga di sekitar Gunung Lemongan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Lagi

Aishah

Susu Segar Hometown Dairy Bikin Zuppa Soup Semakin Enak