Selamat datang, SEPAK BOLA

Apa yang hilang selama pandemi Covid-19? Kalau saya akan menjawab: tayangan langsung sepak bola Liga Eropa.

Sejak liga Eropa mulai rutin disiarkan secara langsung di stasiun televisi Indonesia (dimulai oleh RCTI dengan tayangan Liga Italia pada 1989 saat masih menggunakan decoder), saya adalah penonton setia. Setelah itu muncul Liga Inggris di SCTV, liga Jerman di TVRI, Liga Spanyol di Anteve/TVOne/TransTV.

Sebagai “bolamania” saya punya jagoan di tiap liga. Inter Milan di Seri A, Manchester United di Liga Inggris, Real Madrid di La Liga dan Bayern Munich di Bundesliga. 

Tiap minggu, Ketika klub itu bermain dan disiarkan langsung, pasti saya tonton. Kalau tidak disiarkan, partai lain tetap ditonton meski bukan klub yang didukung.

Sepak bola sudah jadi hiburan tetap tiap akhir pekan, sejak 1989. Tidak pernah terbanyang, tayangan sepak bola Liga Eropa terhenti sama sekali, seperti yang terjadi saat pandemi Covid-19 melanda dunia.

Dua minggu lalu, otoritas sepak bola Jerman sudah mengizinkan Bundesliga untuk memulai lagi roda kompetisinya. Saya menyaksikan bagaimana para pemain sepak bola di Liga Jerman kembali tampil di tengah pandemi Covid-19. 

Ada yang berbeda ketika pemain tidak bisa melakukan selebrasi usai mencetak gol. Lalu, tidak ada teriakan penonton di stadion karena pertandingan dilangsungkan tanpa kehadiran supporter.

Bundesliga mungkin sudah tidak menarik lagi untuk diikuti sampai kompetisi usai. Karena, Bayern Munich sudah hampir pasti juara dan mempertahankan gelar juara selama 8 musim beruntun. Sounds boring, right…

Yang seru adalah La Liga, yang mulai bergulir lagi sejak Jumat 12 Juni kemarin. Siapa yang akan jadi juara, Barcelona atau Real Madrid? Barcelona masih di puncak klasemen unggul 2 angka dari musuh abadi mereka itu.

Namun, melihat El Clasico terakhir, Barcelona musim ini tidak sekuat di musim sebelumnya. Trisula Messi-Suares-Griezmann masih kurang garang dibandingkan trio sebelumnya, Messi-Neymar-Suarez. 

Masih ada 11 pertandingan yang harus dilalui. Tentu saya berharap Madrid bisa menghentikan upaya Barcelona mencetak hattrick atau tiga kali beruntun. Tangan dingin Zinedine Zidane yang kembali menjadi pelatih diharapkan bisa membuat El Real menjadi yang terbaik di La Liga untuk ke-34 kali.

Selain La Liga, yang tidak kalah menarik adalah Seri A Liga Italia. Juventus mengincar gelar juara ke-9 secara beruntun. Cristiano Ronaldo dkk masih di puncak klasemen unggul 1 angka dari Lazio.

Namun, Juventus masih belum bisa tenang karena Lazio tengah on fire. Sejak kalah 0-1 dari Inter Milan pada 25 September lalu, anak asuh Simeone Inzaghi itu tak terkalahkan. 

Bukan tidak mungkin, Lazio akan mengulangi kisah manis pada 1999/2000 ketika mereka menyingkirkan Inter Milan di partai pamungkas untuk meraih scudetto.

Liga Premir juga mulai bergulir pekan depan. Penantian Liverpool menjadi juara Liga dalam 30 tahun terakhir akan berakhir. The Reds hanya perlu dua kemenangan lagi untuk juara. Hanya musibah atau keajaiban yang bisa menggagalkan Salah dkk untuk mengangkat trofi Liga Premir.

Pada akhirnya, selamat datang sepak bola, semoga tidak ada gelombang kedua Covid—19 yang membuat Liga kembali dihentikan…
Foto: Dulu kala, pernah jadi host di Tempo TV bahas Piala Eropa 2012. Entah siapa yang memaksa kok mau tampil di depan layar kaca wkwkkwwkwk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Lagi

Aishah

Susu Segar Hometown Dairy Bikin Zuppa Soup Semakin Enak