Jangan Mudah Putus Asa
Jumat siang, saya melangkahkan kaki ke masjid di apartemen dengan hati yang berdebar-debar. Sudah hampir tiga bulan tidak pernah salat Jumat di masjid. Sejak virus Corona mulai menyebar dan ada larangan untuk beribadah di masjid.
Beberapa hari sebelumnya, sudah ada pengumuman bahwa masjid akan dibuka lagi. Ada protokoler yang harus dilakukan sebelum bisa salat Jumat berjamaah di masjid antara lain pakai masker, bawa sajadah sendiri dan sudah mengambil wudhu terlebih dahulu.
Senang dan was-was. Apa bisa menjaga jarak saat salat di masjid? Itu pertanyaan yang muncul berulang di kepala saat melangkahkan kaki menuju masjid.
Ketika sudah sampai di masjid, ternyata ada yang berubah. Semua Jemaah diperiksa suhu badannya sebelum memasuki masjid. Tim satgas Covid-19 yang dibentuk oleh pengurus yang melakukan itu.
Ketika akan masuk ke masjid, sudah ada tanda di karpet dengan mengggunakan plester berwarna. Jarak antara satu plester dengan plester lainnya sekitar satu meter.
“Nanti saf-nya di yang ada plesternya itu yah, Mas,” kata salah satu pengurus masjid kepada saya.
Setelah melakukan salat sunnah, saya kemudian duduk. Masjid terlihat lengang, karena hanya setengah dari kapasitas yang diisi. Semua jemaah juga mengenakan masker. Saya baru merasa tenang dan mulai menikmati lagi nikmatnya salat berjamaah di masjid.
Isi khutbah Jumat oleh khotib juga membuat hati tenang. Intinya, kita semua sebagai umat beragam tidak boleh mudah putus asa.
Karena, pada dasarnya Allah SWT tidak akan memberikan cobaan yang tidak bisa ditanggung oleh umatnya. Berdoa dan berikhtiar, itu adalah kunci dalam menghadapi masa pandemi ini.
Usai salat Jumat, tidak ada salam-salaman dengan jemaah yang ada di kiri, kanan atau depan. Hanya satu yang memang belum berubah, berkerumun ketika hendak mengambil sandal 😊
Intinya, beribadah di masjid sudah bisa dilakukan asal sesuai dengan protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan oleh WHO. Secara perlahan, aktivitas sehari-sehari juga mulai dibuka bertahap.
Jangan berharap masa-masa sebelum pandemi bisa kembali terulang, semua tinggal kenangan. Sekarang, masker menjadi alat yang wajib dipakai, tanpa alasan apa pun. Kesehatan tetap menjadi prioritas utama sambil tetap berdoa agar pandemi cepat berlalu.
Kemarin siang, saya pulang dari masjid dengan hati riang gembira…….

Komentar
Posting Komentar