The Final Countdown (Story behind the song)
Apabila ada survei tentang lagu apa yang paling sering ditampilkan dalam ajang olahraga, mungkin posisi teratas ditempati We Are the Champions yang dipopulerkan Queen.
Namun, selain lagu tersebut, ada sebuah lagu yang kerap berkumandang di ajang olahraga mulai dari Formula 1, basket, tinju hingga sepak bola.
Lagu itu adalah The Final Countdown yang dibawakan grup musik rock dari Swedia, Europe. Klub basket NBA Detroit Pistons hingga klub sepak bola Inggris Blackburn Rovers kerap memakai The Final Countdown sebelum tampil di lapangan.
Ketika pertama kali dirilis pada 1986, lagu ini langsung mencuri hati pecinta musik di seluruh dunia, terutama lewat intronya yang “megah”.
Berbeda dengan lagu dengan aliran rock pada masa itu, Europe menyajikan intro The Final Countdown selama 1 menit 20 detik. Kalimat pertama yang dilantunkan sang vokalis, Joey Tempest ketika intro usai adalah ooohhh ooooohhhhhh.
Baru pada menit ke 1,27, Joey mengumandangkan lirik pertama dari lagu The Final Countdown yaitu “We’re leaving together, but still it’s farewell.”
The Final Countdown membuat nama Europe melambung. Di tangga lagu Amerika yang dikenal dengan Billboard Hot 100, the Final Countdown berhasil bertengger di posisi ke-8.
Europe belum bisa menyamai prestasi grup legendaris Swedia, ABBA yang mampu menempatkan lagu Dancing Queen di posisi pertama Billboard Hot 100 pada 9 April 1977.
Gagal meraih posisi puncak di Amerika,The Final Countdown justru berjaya di Eropa dan juga Asia. Di Inggris, Jerman dan 23 negara lainnya, lagu The Final Countdown sukses menempati posisi teratas.
Sang vokalis, Joey Tempest bercerita, The Final Countdown terinspirasi dari lagu lawas David Bowie yang berjudul “Space Oddity”. Lagu itu dibuat terkait pendaratan pertama manusia di bulan pada 1969.
“Lagu itu membuat saya tertarik tentang perjalanan ke luar angkasa. The Final Countdown saya buat karena mimpi tentang perjalanan ke luar angkasa. Karena itu di lirik saya tulis ‘we’re heading for Venus’. Kenapa warga dunia harus meninggalkan Bumi, karena Bumi sudah hancur akibat perang nuklir dan harus mencari ekosistem baru,” ujarnya.
Joey juga tida menyangka lagu itu bisa menjadi hits di seluruh dunia.
“The Final Countdown sebenarnya ditulis untuk lagu pembuka konser kami. Durasinya hampir 6 menit, karena itu tidak pernah ada niat untuk menjadikan lagu ini sebagai hits,” jelas Joey.
Meski sudah lebih dari tiga dekade, The Final Countdown masih tetap disukai oleh banyak orang. Mini seri Glee dan juga Gotham memakai lagu ini, begitu juga di film layar lebar seperti The Kid & I (2005) dan Pitch Perfect (2012).
Pada 2015, seluruh personel Europe tampil dalam iklan perusahaan asuransi Geico. Mereka bernyanyi di sebuah kantor di saat sejumlah karyawan tengah menanti burrito mereka di microwave.
Tagline iklan tersebut: If you’re the band of Europe, you love a Final Countdown, it’s what you do. If you want to save 15% or more on car insurance, you switch to Geico.
Europe sempat menggelar konser di Jakarta pada 1990 dan kembali lagi pada 2018 di ajang Volkano Rock Festival di Boyolali, Jawa Tengah. Buat yang ingin bernostalgia dengan Joey Tempest dkk, saya salinkan lirik lagu The Final Countdown
"The Final Countdown"
Ten, nine, eight, seven, six, five, four, three, two, one.
We're leaving together,
But still it's farewell.
And maybe we'll come back
To earth, who can tell?
I guess there is no one to blame.
We're leaving ground (leaving ground).
Will things ever be the same again?
It's the final countdown.
The final countdown.
We're heading for Venus (Venus).
And still we stand tall.
'Cause maybe they've seen us.
And welcome us all, yeah.
With so many light years to go
And things to be found (to be found)
I'm sure that we'll all miss her so.
It's the final countdown.
The final countdown.
The final countdown.
The final countdown.
It's the final countdown.
The final countdown.
The final countdown.
It's the final countdown.
We're leaving together.
The final countdown.

Komentar
Posting Komentar