Belajar Kehidupan di KidZania
Salah
satu kewajiban orangtua adalah menyekolahkan anak, kalau bisa lebih tinggi dari
pendidikan ayah dan ibunya. Tetapi, kehidupan
tidak hanya melulu belajar dan belajar di insitusi sekolah. Karena, hidup tidak
hanya belajar tetapi ada yang lebih penting lagi yaitu belajar untuk bisa tetap
hidup.
Arena bermain KidZania yang terletak di Pacific Place,
Jakarta Selatan, saya anggap sebagai tempat yang pas untuk mengajarkan anak
saya, Alanis Nayla Ramadhani untuk belajar tentang kehidupan. Pada Hari
Asuransi 18 Oktober lalu, saya dan istri mendapat undangan dari Allianz untuk
mengajak putra-putri bermain di KidZania.
Nayla tentu saja senang, karena berkunjung ke KidZania
tidak pernah membosankan meski ini bukan kali pertama. Ada beberapa permainan
baru yang belum pernah dicobanya. Salah satunya adalah belajar tentang gempa.
Momennya pas karena Indonesia baru saja berduka akibat
gempa dahsyat di Lombok dan kemudian Palu dan sekitarnya. Di arena itu, Alanis
bersama dengan sejumlah anak-anak lainnya diberitahu tentang gempa.
Instruktur juga memberi tips kepada anak-anak apa yang
harus dilakukan ketika terjadi gempa. Setelah cukup mendapat teori tentang
gempa, anak-anak itu diajak ke sebuah ruangan gelap yang ternyata sudah dirancang
untuk merasakan gempa buatan.
Pengalaman adalah guru yang berharga. Anak-anak itu
mungkin belum pernah merasakan gempa. Tetapi, apa yang mereka dapat dari arena
tersebut setidaknya bisa memberikan tambahan wawasan tentang bagaimana cara
agar tetap bertahan hidup apabila terjadi gempa bumi.
Setelah mendapat ilmu tentang gempa, Alanis masuk ke
stan KOMPAS. Di stan itu, Alanis mendapat tugas wawancara narasumber. Foto
dengan narasumber yang diwawancara akan menjadi Headline KOMPAS.
Sepertinya ini bukan hal yang sulit, karena Alanis
sudah sering melihat Papa-nya melakukan wawancara, he..he…he….. Dan, wawancara
berlangsung lancar. Manajer Hotel Kidzania dengan sabar menjawab pertanyaan
Alanis. Usai wawancara, Alanis dan sejumlah anak lainnya kembali ke stan KOMPAS
untuk mendapatkan kopian surat kabar itu dengan foto dia di halaman depan.
Belajar gempa sudah, mewawancara narasumber sudah,
berikutnya adalah masuk ke stan cat. Kenapa stan cat, karena di stan ini
anak-anak diajarkan cara mengecat dinding oleh instruktur dari Dulux.
Masih ingat iklan Dulux yang bisa menghapus noda
dengan cepat. Ternyata, noda bisa hilang apabila belum lama menempel di
dinding. Apabila sudah 2 jam, maka noda tersebut tidak bisa hilang. Lagi-lagi,
Alanis mendapatkan informasi tambahan yang tentunya berguna dalam menjalani
kehidupan di masa yang akan datang.
Masih ada sejumlah arena yang sebenarnya tak kalah
menarik. Contohnya arena Secret Agent. Di arena ini, anak-anak akan mendapatkan
bayaran 10 kidzos (mata uang yang dipakai di Kidzania) apabila mau menjadi agen
rahasia.
Ada juga arena Building Climbing (panjat dinding). Beda dengan Secret Agent, panjat dinding harus bayar 10 kidzos. Alanis sebenarnya sudah siap untuk
menaiki dinding setelah dipasang alat pengaman oleh instruktur. Akan tetapi,
Alanis gagal mencapai puncak karena pijakan yang terlalu licin. Stan Climbing Building dan Secret Agent merupakan stan yang baru dibuka oleh Allianz tepat pada hari asuransi.
Waktu berjalan begitu cepat ketika berkunjung ke
KidZania. Tidak semua arena permainan bisa dinikmati. Selain harus antre dengan
anak-anak yang lain, Alanis juga lelah karena sudah dari pagi berada di
Kidzania.
Sebagai orangtua, saya sangat senang Alanis menikmati
kunjungannya ke Kidzania, apalagi ini untuk yang ke 4 kalinya dia kesana. Ada banyak pelajaran yang bisa didapatnya dari
sejumlah arena permainan. Pelajaran yang sangat berguna untuk Alanis dalam
menjalani kehidupannya di masa yang akan datang. Terima kasih Allianz, terima
kasih KidZania.











Akhirnya punya blog juga ya pop
BalasHapus